Danesh dan Luna keluar dari studio satu saat film masih diputar. Ruangan studio yang gelap membuat mereka melangkah dengan perlahan dan berhati-hati agar tidak mengganggu pengunjung lain yang sedang menikmati tayangan film ber-genre science fiction tersebut. Masih dengan bergandengan tangan mereka berjalan menuju ke salah satu coffee shop yang tidak terlalu ramai pengunjung. Hangatnya genggaman tangan besar milik Danesh mampu memberikan rasa nyaman bagi Luna. Tak hanya bagi Luna sebenarnya. Dulu Malini pun sangat menikmati saat-saat Danesh menggenggam tangannya. Atau menangkup kedua pipinya dengan kedua tangannya yang besar lagi hangat. “Pesan apa, Lun?” Tanya Danesh saat mereka sudah mencapai counter kasir. Luna terlihat mendongakkan kepalanya untuk memilih jenis minuman apa yang akan d

