Keesokan harinya, di kamar Luna. "Engga bisa tidur nih, mana udah jam 5 pagi. Aargh..!" Luna yang semalaman berguling-guling di atas tempat tidurnya, karena gelisah. Luna bangun dan duduk di atas tempat tidurnya, dengan wajah lelah. "Gimana kalau Mama sama Papi tahu, kalau Luna sama Reyhan saling suka?" Luna cemas. "Luna ngga mau Mama sama Papi kepikiran, terus sakit. Luna ngga mau mereka sakit, apalagi karena Luna. Luna harus lupain perasaan Luna ke Reyhan. Luna ga boleh suka sama Reyhan. Hubungan kita ngga boleh kaya gini. Hubungan Luna sama Reyhan ini pasti bakalan bawa kesedihan buat banyak orang, gimana Mama sama Papi? Terus keluarga sama kerabat dekat? Terus Ka Roland?? Luna ngga mau nyakitin Ka Roland juga." Luna menarik nafas panjang dan memeluk guling. Jam 7 pagi, semua anggo

