Pukul 5 pagi, di hotel ruangan Luna dan Reyhan. Saat Luna keluar dari kamar mandi sambil mengenakan handuk kimono, Luna melihat Reyhan sedang menelepon. "Iya, Jim. Nanti agak siangan, aku balik lagi. Kenapa?" Reyhan sambil duduk di sofa. ~Dari Ka Jimmy, ya?~ Luna mendekat dengan mengangguk-angguk. ~WHAT THE,,, Lah, bukannya tuh smartphone udah Luna cemplungin ke wastafel??! Ko masih bisa nyala, sih?! Atau jangan-jangan,,, Itu smartphone tahan air??! Dodol, Luna! Kenapa bisa ceroboh gini, sih?!~ Luna cemas sambil menggigit bagian bawah bibirnya. Reyhan tersadar dan melirik Luna yang kini berada di dekatnya. Sambil terus menelepon Jimmy, Reyhan menatap Luna dengan mengangkat kedua alisnya. ~Tenang Luna, kita pikirkan cara lain.~ Luna menggelengkan kepala sambil menatap Reyhan. "Bentar

