36. Bibit Unggul

1196 Kata

Saat Reyhan hendak menarik tangannya dari kepala Luna, dengan spontan Luna memegang lengan Reyhan agar terus menempel di kepalanya. Luna pun tidak sadar telah melakukannya. Reyhan dan Luna saling menatap satu sama lain. ~Kenapa, si Luna?~ Reyhan bingung. ~Hah,, Apa yang gue lakuin sih?! Kenapa gue ngga mau dia berhenti, ngelus-ngelus kepala gue?! Udah gila gue, udah gila. Ya ampuunn!!~ Luna menatap Reyhan canggung. Luna yang canggung, perlahan menurunkan tangan Reyhan. "Mau pegangan tangan?" Reyhan sambil tersenyum menggoda Luna. "E,, Engga ko! Itu,, Gue tadi,, Emm cuma..." Luna gelagapan. ~Aaargh,, Gila, malu banget! Gimana nih?! Gue ga bisa ngomong apa-apa.~ Luna panik. Wajah Luna mulai merah merona karena malu. Reyhan tersenyum bahagia melihat Luna seperti itu. "Ya udah, nih." R

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN