Luna pergi ke ruang pemandian, menyusul ke 3 rekannya itu dan langsung berdiri di samping Karin yang sedang duduk sambil menggosok kakinya. Luna melepas handuk dan menggantungnya di hanger. Luna duduk di samping Karin, dan mulai membersihkan diri. Saat Luna membasuh dirinya dengan shower sambil melirik ke sebelahnya, Luna langsung risih karena Karin sudah melihatnya entah sejak kapan. "Ih apaan sih Mba Karin? Ngeliatinnya gitu banget!" Luna ngarahkan shower nya ke Karin. "Aduh, busett. Gue di semprot! Perih-perih ini bekas cakaran si lampir belum kering." Karin menghalangi air dengan tangannya. "Makannya jangan liat-liat!" Luna lalu menutupi dadanya dengan menyilangkan kedua lengan di dadanya. "Kenapa sih kecantikan lu ini, lu sia-siakan Lun? Wajah cantik, body oke, d**a lu gede juga,

