Nigi berdiri di depan pagar gedung megah yang ada di dalam sana. “SMA ATLANTA” Tulisan besar nan gagah itu yang tertera tepat beberapa meter di atas kepala Nigi. Yah, setelah menimbang cukup lama dan masak, Nigi memang memutuskan untuk menemui pemuda itu dulu sebelum meminta penjelasan pada Papi yang bertanggung jawab besar atas kepindahannya ke SMA di depannya saat ini, sesuai dengan apa yang dikatakan Kepsek saat di ruangannya tadi. Yang Nigi yakini kepindahannya itu tidak akan terjadi kalau Papi tidak memberikan izin dan restunya pada keputusan sepihak itu. Lagi pula jarak SMA Atlanta lebih dekat dibanding rumah sakit tempat Papinya bertugas. Bagaimana pun Nigi harus bicara pada pemuda itu! Meski dia belum tahu apa yang akan dia katakan. Nigi menghela napas berat sebelum memutuskan me

