20. Dua Puluh

1372 Kata

Mobil ford escape hitam itu memasuki halaman rumah yang sudah beberapa minggu ini tidak dikunjungi. Rei keluar dari kursi kemudi setelah mobil itu terparkir di garasi, bersamaan dengan Saba yang melenggang dari bagian lain. Pintu terbuka, Saba memasuki rumah megah yang sepi itu dengan perasaan tidak nyaman. Seperti biasa, selalu terasa dingin dan kelam. Seolah menunjukan siapa pun yang tinggal di dalamnya tidak benar-benar bahagia. Seorang pria bertubuh tegap duduk di ruang keluarga dengan koran sore di tangannya, hanya punggungnya yang Saba lihat dari tempatnya berdiri, namun itu mampu membuat langkah Saba yang semula mengarah ke kamar terhenti di sana. Napasnya tertahan hanya dengan melihat sosok itu, sosok yang membuat Saba tidak ingin berada berlama-lama di tempat yang sama dengan ora

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN