38. Tiga Puluh Delapan

1151 Kata

“Jadi, mana yang mau lo coba? Kening? Pipi? Atau bibir?” tanya Saba lagi tanpa menghiraukan tatapan tajam Nigi. Nigi memalingkan wajahnya, mengedarkan pandangan ke sembarang arah selain arah pria di depannya. Rasanya sakit tidak menjadikan otak Saba lebih waras dari sebelumnya, malah Nigi merasa bahwa pemuda itu makin gila sekarang ini. Dan menanggapinya hanya akan membuatnya lelah karena emosi. “Ish! Tau ah!” Saba merasa semakin menikmati reaksi Nigi yang menurutnya menggemaskan. Hingga rasanya ingin mengigit gadis di hadapannya itu kalau boleh, meski entah dari mana pikiran frontal itu muncul. “Gimana kalau kita coba? Biar lo bener-bener bangun, Princess...” Saba seketika sudah berada di dekat Nigi, sangat dekat hingga deru napas dan sorot mata itu mampu melumpuhkan saraf-saraf di se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN