50. Lima Puluh

1124 Kata

Seharian itu Nigi tidak bisa sedikit pun fokus pada pelajaran yang diterangkan di depan kelas. Pikirannya selalu melayang pada Saba yang masih di rumah sakit. Tanpa diminta benaknya kembali memutar semua kata-kata yang kemarin dia ucapkan pada Saba. Saat itu Nigi tidak bisa berpikir jernih, dia terbawa emosi setelah tahu bahwa pelaku pemukulan itu tidak lain kakak Saba sendiri, meski Nigi mengetahui hal itu bukan dari mulut Saba langsung. Nigi tidak habis pikir dan tidak mengerti kenapa Arya bisa berbuat setega itu pada adiknya. Itu kenapa egonya berteriak ingin tahu, itu kenapa dia menuntut penjelasan pada Saba yang seharusnya tidak dia lakukan. Padahal dia sudah berjanji pada dirinya akan menunggu Saba menceritakan semuanya atas kehendak pemuda itu sendiri. Padahal Noel sudah memperingat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN