“Stop checking your phone!” seru Aura gemas. Gadis itu sudah sejak dua jam lalu berada di kamar Nigi. Mendengar kabar sahabatnya sakit membuatnya segera meluncur ke rumah Nigi sepulang sekolah. Peduli amat dengan bimbel yang membuat kepalanya berasap beberapa minggu ini, toh melewatkan satu kali jadwal bimbel tidak membuat nilainya turun drastis kan. “Gi, gue tuh udah telepon Rei dan bilang kalau lo sakit. Tapi dia malah nggak kasih tanggapan apa-apa dan malah nyuruh gue jangan pulang malem-malem. Apa coba maksudnya?!” Nigi tersenyum tipis dengan wajah pucat, memperhatikan Aura yang sedang asik makan pudding yang dihidangkan Mami. “Mungkin dia lagi sibuk, Ra.” “Iya gue tahu kerjaan dia memang banyak. Tapi kan, gimana sama Saba hayo? Masa nggak ngabarin apa-apa, padahal gue yakin Rei p

