Chapter 14
****
Hari pernikahan
dimas selesai mengucapkan ijab qobul di barengin rasa syukur dengan gembira
Setelah acara sungkem, selesai mereka pun terima tamu dari teman-teman dimas. Dari rekan kerja
Yang mengucapkan selamat bahagia,di sudut yang agak jauh tampak sosok wanita yang begitu marah dan kesal melihat kekasihnya sedang bersanding dengan. perempuan kampung,ya sosok itu Sarah Atmaja, kekasih dari Dimas Anggara,
Sarah pun berjalan menuju tempat sang pengantin yang sedang sibuk menerima ucapan selamat dari semua orang, Sarah pun memberikan ucapan selamat kepada pengantin. Amarah di wajah di tekan.walau Dimas memilih nya,tapi tetap saja dirinya.kesal harus nya dia yang bersanding,dewi yang melihat kedatangan Sarah dengan wajah kesal, tersenyum kecut melihat sarah,sarah pun menghampiri orang tua Dimas dan memberikan ucapan selamat,
dengan pura-pura merelakan Dimas Om Tante selamat ya,iya terima kasih sarah,
Kata chandra dan dewi, Sarah pun buru-buru turun dari panggung pengatin,
Dewi meminta pamit sebentar, kepada suaminya,dan buru-buru turun mengejar Sarah. Sarah tunggu dulu kata dewi, membuat Sarah menghentikan langkah nya dan berkata pada dewi, ada apa Tante sampai repot-repot mengejar sarah apa Tante tidak takut jika Tante terjatuh dengan pakaian Tante,ejek sarah membuat dewi tersenyum sinis,
Tante sudah terbiasa dengan ini Sarah Tante cuma ingin melihat wajah mu yang tampak kesal. Melihat putra ku menikah dengan gadis yang baik,yang bukan dari kamu,
Saya peringatkan ke kamu jangan coba-coba merusak hubungan rumah tangga anak saya, karena saya tidak segan-segan membuat mu menyesal dengan membuka kedok mu,
Sarah hanya tersenyum simpul,dan berkata pada dewi , Tante mencoba mengancam saya,tapi sayang sekali Tante Dewi yang terhormat,Dimas mencintai diriku dan hanya diriku.dimas akan kembali kepada ku, karena Dimas menikah dengan gadis itu hanya terpaksa saja,aku akan buat putra Tante bertekuk lutut pada,aku akan ciptakan rumah tangga Dimas seperti neraka dan menghasut dimas, tutup mulut mu Sarah
Ingin sekali Dewi menampar pipi Sarah kalo saja suasana
Sepi,tapi tidak memungkinkan bagi Dewi menampar mulut wanita jalang,ini
Dewi meredam amarahnya,kita lihat saja sarah sampai dimana permainan mu, gadis licik,baik Tante permainan baru di mulai,kata Sarah,satu hal lagi ku katakan padamu kau dan ibu mu sama-sama berasal dari keluarga hina rendahan,buah jatuh tidak akan jauh dari. Pohonnya,ini.yang menyebabkan aku
tidak akan merestui putra ku menikah dengan mu, Dewi pun berlalu meninggalkan Sarah,
, Sarah hanya diam mencerna apa yang Dewi katakan padanya, tentang keluarga nya,
***
Sarah pun pulang dengan perasaan bertanya-tanya ,pada dirinya tentang ucapan selamat Dewi,
Chandra yang melihat Dewi sedang bicara dengan Sarah dari kejahuan bertanya. Padanya apa yg di bicarakan begitu juga eyang sari yang melihat Dewi serius bicara pada Sarah kekasih . cucunya,apa yang kamu bicarakan pada Sarah ma tanya Chandra pada istrinya,tidak ada pa mama hanya bilang terima kasih saja sudah melepaskan Dimas,itu saja, membuat chandra diam, mereka pun tersenyum menerima ucapan selamat,untung Dimas tidak melihat mama nya bicara' sama Sarah,