Saat membuka matanya pagi itu, Ola menyadari di mana dirinya berada, dan hal macam apa yang akan ia lakukan hari ini. Bosan. Itu adalah kata pertama yang melintas di benaknya saat ia memandang sekeliling kamar yang sudah ditempatinya sejak kecil itu. Kamar yang selama bertahun-tahun ia pergi, tidak mengalami perubahan apapun selain bahwa tempat ini selalu dibersihkan dan diganti spreinya meskipun tidak dipakai. Ia sudah sering berkata pada Bunda untuk mengubah kamarnya menjadi tempat apapun yang dibutuhkan, tetapi Bunda tidak pernah mendengarkannya. Wanita itu bersikeras jika selamanya, Ola akan selalu memiliki kamar itu, sebagaimana Damar selalu memiliki kamar yang ada di seberang lorong, meskipun Tante Hannah sudah kembali tinggal di Indonesia. Tentu saja sebenarnya Ola tidak terlalu

