Sesampainya di Apartemen, Karin berlari menuju kamar dan mengunci pintu itu rapat- rapat. Di dalam sana ia mulai mencurahkan isi hatinya dengan menangis di atas bantal. Sungguh menyakitkan apa yang baru saja dikatakan oleh wanita itu hingga sempat tersirat kalau ia menyesal sudah menikah dengan Bima. Sedangkan Diluar sana Bima bingung harus berbuat apa karena sepanjang perjalanan pulang tadi ia berusaha untuk mengajak Karin berbicara namun tak di gubris. Bima menghela nafas panjang sambil bersandar di sofa. Lelaki itu merasa sangat menyesal telah mengajak Karin menemui wanita gila itu. Beberapa menit kemudian Bima bangkit dari tempat duduknya untuk menghampiri Karin. Namun baru saja ia berbalik, sosok Karin sudah berada dihadapannya serta mengejutkannya. “Karin,” lirih Bima yang kaget. K

