Tepat pukul enam pagi, Karin sudah berada di Bandara untuk mengantar suaminya pergi untuk perjalanan bisnisnya. Jujur saja hati kecil Karin mulai gelisah tak ingin melepaskan sang Suami pergi. Dari semalam hatinya ia masih menimbang- nimbang antara ikut atau tetap di sini. “Kamu beneran enggak apa- apa kalau aku enggak ikut temani kamu?” tanya Karin untuk kembali meyakinkan. Bima tersenyum sambil merangkul Karin yang duduk di sampingnya. Karin pun bersandar manja pada sang Suami. “Aku enggak mau nanti kamu malah kepikiran dan jatuh sakit nantinya karena harus meninggalkan pekerjaan kamu di sini, Sayang.” Seru Bima sambil mencium kepala Karin. “Tapi janji ya kalau kamu enggak akan macam- macam sama wanita lain dan jangan lupa untuk terus berkomunikasi kalau lagi senggang,” ucap Karin sam

