Bima duduk di kursi kebesarannya sambil memegangi kepalanya, di dalam hatinya ia sedang menimbang- nimbang ingin mengajak Karin atau tidak saat melakukan perjalanan bisnisnya. Sedangkan Danu yang baru saja masuk ke dalam ruang kerja Bima itu pun bingung harus bagaimana menghadapi Bima yang sedang dalam keadaan kurang baik. “Nu, kira- kira Karin mau enggak ya kalau misalnya saya ajak?” tanya Bima sambil melemparkan pandangannya ke arah Danu. Danu awalnya kaget tapi setelah ia menimbang- nimbang hal tersebut mungkin akan lebih baik kalau Karin memang ikut dengan Bima daripada harus membatalkan jadwal yang memang sudah ia susun dengan sedemikian rupa. Kalau hanya membatalkan acaranya saja atau mengundurnya untuk beberapa minggu bahkan bulan saja mungkin bisa. Tapi masalah terbesarnya adalah

