“Karin, Tunggu..” seru Bima sambil mengejarnya yang hampir saja keluar dari pintu gerbang rumahnya namun gadis itu tak menggubris ucapan Bima. Bima yang mendapatkan perlakukan cuek Karin pun berlari dan menarik tangan Karin. “Ada apa lagi sih Bim? Aku mau pulang.” Seru Karin yang terlihat kesal. “Tunggu, biar aku antar kamu pulang ya. Lagian kalau Mama aku lihat kamu seperti ini nanti beliau bakalan tanya kamu kenapa seperti ini sama Papa Wira.” kata Bima yang membuat Karin membenarkan apa yang diucapkannya barusan. “Oke..” seru Karin yang langsung disambut senyuman oleh Bima. Bima pun tak membuang waktu dan langsung meraih tangan Karin untuk mengikutinya menuju mobilnya yang masih terparkir di pintu utama. Bima sangat senang karena bisa menggenggam tangan Karin lebih lama karena jarak

