Setelah mendapatkan tasnya, Bima pergi meninggalkan Karin tanpa kembali berbalik ke arah Karin. Selang Beberapa menit ponsel Karin berbunyi dan tertera nama Papa Wira di layar persegi tersebut. Dengan cepat Karin langsung menjawab panggilan dari Papa Wira. “Halo, Pa.” Sapa Karin sambil tersenyum seakan Papa Wira bisa melihat raut wajahnya. “Kamu sudah sampai Surabaya?” tanya Papa Wira yang membuat Karin menerka- nerka dari mana Papanya tahu kalau kali ini ia sedang berada perjalanan Bisnis di Surabaya. Apakah mungkin Papa Wira tahu dari Mas Wisnu atau Kakaknya Clarissa. “Sudah beberapa menit lalu, Pa. Pasti Papa tahu dari Mas Wisnu atau Kak Clarissa ya?” tebak Karin sambil berjalan ke lift untuk menuju ke kamarnya yang berada di lantai delapan. “Bukan, Papa tahu dari Bima.” Jawab Papa

