Halo Guys, sebelumnya aku mau minta maaf sama kalian karena mulai saat ini ketika kalian membaca kelanjutan kisah Mas Bima dan Mbak Karin sudah mulai menggunakan koin. Jujur niat awalnya aku ingin kalian baca kisah ini free sampai akhir tapi beberapa hari lalu saya di hubungi untuk segera melakukan penguncian bab, jadi mau tak mau harus saya lakukan penguncian bab walau saya sudah meminta sebuah kelonggaran waktu. semoga teman- teman semua bisa memaklumi hal ini dan tetap mendukung cerita ini sampai akhir nanti ya terima kasih. Karin terbangun saat alarm ponselnya berbunyi, ia berusaha mata dengan tangannya meraih ponsel yang berada di nakas yang ada di sebelahnya. Kedua matanya kembali tertutup saat cahaya ponselnya menyilaukan pandangannya. Lalu dengan cepat ia mematikan alarm tersebut

