Karin masih tersudut di pojok sofa sambil menatap sinis ke arah Bima. Sedangkan Bima membalas tatapannya dengan sebuah senyuman khas tampan miliknya. Dalam hati Karin, wanita itu kini merasa sangat tidak nyaman dengan posisi ini. “Aku mau kasih kamu hukuman biar enggak suka bohong ke aku tapi tenang, Rin, hukumannya bakalan buat kita sama- sama enak kok.” Seru Bima dengan nada menggoda yang membuat bulu kuduk Karin semakin ngeri. “Kamu jangan macem- macem deh, Bim.” Kata Karin dengan segala keberanian yang ia punya kali ini. rasanya Karin ingin segera beranjak pergi dari tempat itu namun kemungkinannya sangat kecil karena jika ia berdiri saja mungkin akan di tarik oleh Bima. “Ehemm..” dehem Clarissa yang sudah ada di antara keduanya. Wanita itu masuk karena pintu apartemen milik Bima ta

