Ribet

1998 Kata

Ini pertama kalinya pada hari Minggu aku di rumah. Saat masih kuliah dulu, aku selalu mencari alasan untuk keluar. Entah ke toko buku, atau sekadar numpang tidur di kamar Kia. Aku akan pulang begitu masuk waktu tidur, apalagi tidak ada yang bisa kukerjakan pada saat itu, mencuci baju misalnya. “Nggak ada acara?” Kak Sarah turut duduk di sampingku. Dia menjadi temanku di rumah karena suaminya lembur. Mau nggak kaya gimana coba pemilik NCL, kalau tiap hari karyawannya lembur terus? Buat apa juga aku mikirin pemilik NCL? Kurang kerjaan banget. “Malas mau keluar, panas.” Aku memandang ke luar jendela. Cuaca memang lumayan terik. Lagipula aku berencana untuk bersantai hari ini, sebelum mulai bekerja esok hari. Aku membayangkan besok akan diinterogasi oleh Mbak Rani dan Mbak Giska, karena du

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN