Statement

1395 Kata

"Ini cukup, kan, ya?" Aku memandang meja yang penuh dengan makanan. Pun, kitchen island yang disesaki dengan camilan, buah, serta minuman dingin. "Lo yakin kagak ngundang satu kantor, Ra?" Kening Eka berkerut. Dia sudah protes sejak tadi. Pasalnya dia harus bolak-balik turun karena makanan yang kami pesan secara online sudah diantar. "Tiga orang saja, sih, tapi mereka bawa pasukan, anak dan pasangan. Malu, kan, kalau sampai kurang. Apalagi ada anak-anak." Sekali lagi aku memeriksa isi meja. Memastikan semua yang kami pesan sudah diantar. Meja makan yang terletak di dekat kamar mandi tamu, kami pindahkan ke ruang teve. Dia nyempil di pojokan supaya tidak mengganggu jalan. Sedangkan kursi-kursinya terpaksa ditaruh di balkon. Dengan begitu aku bisa menggelar karpet di ruang tengah. Sof

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN