Sudah hampir pukul sepuluh, dan pengunjung lain sudah mulai pulang saat kami memutuskan untuk bubar. Kami membahas soal Kiara sampai rencana bisnis lele yang akan dikerjakan Eka dan Budi. Mereka akan mengajukan proposal resmi pada Enyak dan Babe selaku pemilik usaha. Keduanya bisa dibilang hanya menawarkan jasa marketing, karena belum punya modal. Langkah awal yang menjanjikan bisa dibilang. Merintis usaha dari nol. Setelah berproses, kita akan tahu di mana kekuatan dan kelemahan usaha kita. “Lo nginep tempat Davi, Ka?” Aku memandang Eka yang berjalan malas. Dia kekenyangan. Kami menghabiskan tiga loyang besar pizza, dua porsi spageti, satu piring chicken wings, burger, kentang goreng, dan satu mangkuk besar salad. Belum lagi beberapa gelas minuman yang kami pesan secara beruntun. Ini mem

