Hisc 41

1200 Kata

RUMAH SAVA – BEBERAPA HARI KEMUDIAN Hari itu, cuaca mendung sejak pagi. Udara di halaman rumah Sava terasa lembap, dan langit berwarna abu-abu menggantung seperti firasat buruk. Tapi suara bel yang berbunyi justru membawa kabar yang sudah dinanti-nanti sejak beberapa hari lalu. Sava membuka pintu. Di depannya berdiri seorang pria berseragam kasual, wajahnya tenang, tapi sorot matanya serius. Ia menenteng map besar berstempel kepolisian. “Editya,” sapa Sava pelan. “Masuklah.” Editya mengangguk. Mereka duduk di ruang tamu. Suasana terasa tegang, nyaris seperti ruang interogasi. “Langsung saja, Va,” ujar Editya setelah meneguk air putih yang disediakan pembantu. “Hasil otopsi sudah keluar. Identitas jasad yang ditemukan di dalam mobil Lani sudah dikonfirmasi.” Sava menahan napas. Tangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN