Hisc 44

1335 Kata

RUMAH SAVA – PAGI HARI Cahaya matahari pagi menyelinap lembut lewat celah tirai, menari pelan di dinding kamar yang tenang. Udara hangat mengalir perlahan, membawa aroma tanah basah sisa hujan semalam. Suara burung terdengar samar, jauh di luar sana. Di dalam kamar, dunia seperti berhenti. Hanya detak jam yang nyaris tak terdengar, dan napas dua manusia yang beriringan dalam keheningan paling jujur. Di atas ranjang, Nadine perlahan membuka mata. Yang pertama ia lihat adalah garis rahang Sava. Lalu dadanya yang naik-turun perlahan. Lengan hangat yang masih melingkar di pinggangnya. Ia tidak buru-buru bangun. Ia tidak ingin pagi ini terburu-buru. Ia hanya ingin... tinggal. Sava masih tertidur. Namun jari-jarinya, entah sejak kapan, telah menyentuh punggung tangan Nadine dengan lembut. S

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN