Sudah tiga hari Intan mematikan ponsel. Kesepian, tentu saja. Dia merindukan momen di mana bisa saling mengejek bersama kekasihnya. Ah, apakah Niko masih pantas disebut kekasih Intan? Dokter cantik bernama Sukma itu jelas bukan tandingannya. Intan menyerah jika harus bersaing dengannya. Unggahan itu terlalu meyakinkan untuk disanggah. Unggahan itu sudah membuat hatinya remuk redam. Captionnya membuat Intan terjaga setiap malam. Intan ingin pergi, tetapi hatinya terjebak dan Niko membawanya. Belum bisa pulang ke tempat semula. Intan Ingin tinggal tapi dia kecewa, dia terluka dan minder. Kemana pria yang selalu memanggilnya bidadari, saat Intan sibuk menanti sebuah balasan pesan pria itu, justru dia sedang bersama perempuan cantik menikmati sate. "Satenya enak lho, Ntan. Kapan-kapan ka

