Enam Puluh Empat

1175 Kata

Malam itu, Julie kembali bermimpi tentang Riani. Jika sebelumnya ia melihat Riani berada di dalam kelas dengan tatapan marah dan kecewa padanya. Kini Riani terlihat sedang menangis di toilet sekolah. Tangan kanannya memegang cutter yang sudah siap untuk memotong atau merobek apapun objeknya. Tapi kemudian terdengar suara obrolan dan langkah kaki dari beberapa orang. Mereka lalu mencoba membuka pintu toilet siswi tapi terkunci. Orang yang lainnya mengetuk sambil bertanya, “Ada orang?” Riani yang mendengar suara itu lantas menahan tangis. Ia tidak ingin orang-orang itu mendengarnya sedang menangis sendirian. “Hallo, apa ada orang di dalam? Tanya yang lainnya. Suara itu tidak asing bagi Riani, itu adalah suara genk Bebas. Genk yang terdiri dari siswi-siswi kece di SMA Cendikiawan III. Merek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN