Lima Puluh Delapan

2439 Kata

Demi memutuskan untuk membeli obat tidur di apotek. Obat tidur yang tentunya bisa dijual secara bebas dan dalam dosis yang wajar. Obat tersebut akan membantunya untuk lebih lelap ketika tidur. Belakangan ia masih susah tidur karena tragedi kamera tersembunyi itu. Apotek tersebut terletak di lingkungan rumahnya. Hanya saja jaraknya terasa cukup jauh karena Demi menempuhnya dengan jalan kaki. Sang apoteker yang sudah bersiap untuk menutup apotek, kembali lagi ke tempatnya dan memberikan obat tersebut untuk Demi sebagai pelanggan terakhirnya. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Beberapa toko di sekitar apotek juga sudah tutup, membuat jalanan terasa begitu sepi. “Ini obatnya, totalnya jadi 54.000 rupiah.” Ucapnya. Demi membayar obat tersebut, mengucapkan terima kasih, lalu kemud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN