Tujuh Puluh Empat

1270 Kata

Adrian yang sudah kehabisan akal ahirnya menghubungi Nina untuk menceritakan penolakan yang baru saja dia alami. “Ya siapa juga yang mau memberikan rekaman CCTV rumahnya kepada orang asing? Itu sudah masuk ke ranah privacy. Terlebih, kau bukan siapa-siapa.” Ujar Nina yang sedang terbaring di atas ranjangnya. Kaki Nina masih sakit sehingga ia belum bisa banyak bergerak. “Bukan siapa-siapa? Memangnya harus jadi siapa dulu supaya bisa dapet rekaman CCTV itu?” Adrian benar-benar sudah tidak bisa berpikir. Dia nyaris putus asa melihat sikap Citra yang bersikeras tidak ingin memberikan rekaman itu. “Pihak yang memiliki wewenang lah.” Jawab Nina. “Siapa? Memangnya ada?” “Ya ampun! Siapa lagi kalau bukan pihak kepolisian?” “Ah ya! Kenapa aku tidak kepikiran? Kau bisa membuat laporan ke pihak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN