"Kok kamu bisa bebas secepat ini?" "Kenapa? Gak seneng, aku cepat bebas?" ''Ya minimal seminggu biar ada efek jera." ''Enak, aja, aku kan gak bersalah," ujar Satria seraya memeluk Bianka dari belakang meletakkan kepalanya pada bahunya yang sempit sambil menatap awan biru yang menggantung di langit. "Gak kangen emang? Gak enak lho tidur sendirian gak ada yang meluk nanti." "Biasa aja, dari dulu juga tidur sendiri." "Yakin?" "Iya. Ya udah kita pisah ranjang kalau gitu." "Heh, enak aja. Gak maulah ... punya istri kok dianggurin. Kerja kerasku tiap malam belum berhasil, nih. Gimana kalau pisah ranjang? Makin lama nanti. Aku kan dah pengen punya Satria junior. Kamu gak pengen emang, punya anak dari aku?" Satria membalik badan Bianka hingga tubuh mereka saling bertabrakan. "Pengen kok,

