Bianka akhirnya memutuskan ke kamar Satria daripada kebohongannya terbongkar oleh sang Papa, bisa panjang urusannya nanti dicerca dengan berbagai pertanyaan dan lebih parahnya namanya bisa dihapus dari kartu keluarga kehilangan harta warisan, hidup susah, no. Bianka gak mau seperti itu. Cukup lama Bianka berdiri di depan kamar Satria, meski ragu akhirnya ia memberanikan diri untuk mengetuknya. Ini orang ke mana, sih, aku ketuk-ketuk gak dibuka juga. Apa dia dah tidur? Gak mungkin, sih, baru jam segini. Apa aku masuk, aja, ya? Gak ahgt gengsi apa kata dia nanti. Kemarin aja, aku udah mempermalukan diri sendiri. Jangan sampai terjadi untuk kesekian kali bisa-bisa harga diriku terjun bebas. Aku coba ketuk sekali lagi, deh. Tok, tok, tok! ''Sat ... buka dong pintunya. Ada yang mau aku omong

