Satria memberikan tisue pada Bianka, ia bingung dengan sikap Bianka yang mendadak pendiam dan murung, ia merasa gak berbuat salah atau menyakiti hatinya, tapi kenapa perempuan di sebelahnya menangis. Bahkan sekarang masih menangis meski hanya tinggal isak kan. ''Mau jalan ke mana lagi?'' tanya Satria saat berada di dalam mobil. Bianka menggeleng. ''Pulang.'' ''Kalau kamu mau cerita, aku mau kok jadi pendengar yang baik.'' ''Pulang.'' Satria hanya bisa mengembuskan napas, menuruti ucapan Bianka. Mengemudikan mobil menuju rumah, sepertinya ia sedang butuh waktu menyendiri. Baiklah, aku tidak akan menganggu. ''Aku pikir seorang Bianka gak bisa nangis,'' sindir Satria untuk mengurai keheningan. ''Aku juga manusia Bang Sat, bukan robot,'' ketus Bianka. ''Iyalah kalau robot gak bisa nan

