Satria menghentikan laju mobilnya tepat di depan kampus Bianka, ia hari ini akan menjalani sidang skripsi. Sebagai bentuk dukungan dan perhatian Satria mengantarkannya, ya walaupun hari biasa kadang mengantarkan juga, sih. ''Thank's, Bang Sat udah dianterin,'' ucap Bianka seraya menyampirkan tas di pundak bersiap turun dari mobil, lalu tersenyum hangat pada Satria yang sama sedang menatapnya dengan menyerongkan tubuh ke arah Bianka. ''Makasih doang, nih gak ada imbalannya.'' ''Iyalah apa lagi, oh iya lupa. Sini tangannya.'' Satria mengulurkan tangan pada Bianka dengan alis berkerut gak biasanya Bianka duluan yang minta salim. ''Buat apa?'' ''Minta doa biar diberi kelancaran dan gak grogi menghadapi mereka nanti saat presentasi,'' jawab Bianka sambil mengecup punggung tangan Satria.

