Bab 5Telpon Yang Tak Diangkat ‘Risma, sedang apa kamu sekarang?’ gumam Kendra dalam hati. Dia mulai merasa rindu kepada istri pertamanya itu. “Mas, kok kamu melamun, sih?” tegur Eva. “Sudah belum memesan makanannya?” Kendra terhenyak. “Oh, sudah. Ayam geprek dan juice jeruk bukan? Tunggu lima belas sampai dua puluh menit lagi pesanannya datang.” Kendra beranjak dari duduknya. “Lho, mas mau kemana?” “Aku mau duduk-duduk di teras untuk mencari angin segar sembari menunggu pesanan ayam geprekmu datang.” “Ayam bakar mas tidak dimakan?” Kendra menggeleng. “Aku kenyang.” Eva menyipitkan matanya. “Beneran kenyang?” Kendra mengangguk, lalu berlalu dari meja makan menuju teras. Sementara itu di tempat lain, Risma sedang menikmati sebungkus nasi goreng pedas. Sembari makan, sesekali Risma

