Bab 11Zaidan Dan Zayyan Pagi ini Risma sudah berdiri di depan PT. Kencana Jaya. Dia mengenakan pakaian putih hitam seperti perintah sang resepsionis. Beberapa orang yang memakai pakaian sama dengannya tampak memasuki lobby. Sudah bisa ditebak, mereka juga orang-orang yang lulus tes berkas dan akan mengikuti tes wawancara seperti dirinya. Meski Risma melihat saingannya tidak sedikit, dia tidak gentar. Dia harus optimis dan yakin berhasil. Karena prasangka adalah doa. Selama kurang lebih lima jam Risma berada di perusahaan itu. Pukul tiga sore Risma baru keluar dari perusahaan. Tepat di luar pagar, ponselnya berbunyi. Rani ternyata menelpon. “Halo, assalamu’alaikum, mbak,” sapa Risma ramah. “Wa’alaikumsalam. Kamu lagi apa, Ris?” “Lagi mau pulang mbak dari tes wawancara.” “Oh, begitu ya

