Bab 16Kendra Mencengkram Zaidan Risma tak langsung menjawab. Dia malah termenung. Di satu sisi dia memang ingin segera berpisah dari Kendra yang sudah menghancukan hatinya. Akan tetapi, untuk menerima tawaran Zaidan dia juga merasa ragu mengingat dirinya bukan siapa-siapa Zaidan selain hanya seorang karyawan rendahan baru di perusahaan ini. “Eee, bagaimana ya tuan. Rasanya berlebihan jika anda membantu saya dalam proses perceraian ini. Saya….” “Tidak ada penolakan!” Zaidan menyela ucapan Risma. “Sepertinya aku tidak memerlukan jawabanmu. Mau setuju atau tidak, aku akan membantu proses perceraian kamu. Aku tidak suka ditolak oleh orang-orang yang bekerja denganku.” Mata Risma melebar. Dia merasa ini jadi seperti setengah memaksa. Tapi sudahlah, dia pasrah pada apa yang akan dilakukan Za

