Bab 19Membujuk Zayyan Kendra menatap nanar pintu di depannya. Hari memang masih pagi, tapi dia tidak bisa mengendalikan keinginan hatinya untuk datang ke rumah ini. Setidaknya, dia akan berusaha setelah memikirkannya semalaman. Tok! Tok! Tok! Kendra pun mengayunkan tangannya mengetuk pintu yang sejak tadi hanya dipandangi saja. Terdengar sahutan dari dalam. Sahutan dari seorang wanita yang sangat dikenalinya. Lalu terdengar suara langkah mendekat yang membuat jantung Kendra bergetar. Tak lama setelah itu pintu terbuka. Dari baliknya muncul wajah cantik Risma. “Mas Kendra…,” ucap Risma spontan dengan raut wajah terkejut. “Maaf aku mengganggumu, Ris. Tapi aku benar-benar ingin bertemu dengan kamu. Mohon beri aku waktu untuk berbicara,” kata Kendra dengan suara mengiba. “Memangnya mas m

