Pria itu membawa pergi Amanda menuju tenda miliknya, Senja mengeluarkan kotak obat berwarna putih lalu mengeluarkan obat salep yang berukuran kecil. Ia segera mengoleskan salep miliknya ke permukaan kulit Amanda yang memerah karena melepuh. “Akh!” Ketika Senja terus mengoleskan salep ke kulit Amanda, gadis cantik yang terbiasa menggerai rambutnya itu mengerang kesakitan. Kulitnya terasa panas saat itu. “Seharusnya aku lebih berhati-hati.” Amanda menyesali apa yang terjadi sebelumnya, ia menganggap jika dia lah yang tidak berhati-hati ketika membawa air panas tersebut hingga pada akhirnya mengenainya sendiri. “Ini bukan salahmu, ini salah Bianca!” Intonasi suaranya meninggi menyangkal apa yang dikatakan oleh Amanda sebelumnya. “Seharusnya dia lebih berhati-hati. Aku melihatnya sendiri

