Amarah yang Meluap

2100 Kata

Angin malam yang datang berhembus membuat perkemahan itu terasa begitu dingin. Amanda yang tengah berada di luar, langsung dihampiri oleh Dion yang tengah memakai jaket berwarna hitam miliknya. Sementara itu, Senja yang tengah memandang Amanda dari tenda satu regunya hanya bisa menahan kesal ketika Dion mendekati gadis itu. “Lagi-lagi dia benar-benar membuatku kesal!” batin Senja dalam hati. Bahkan ia beberapa kali memukul sebuah bambu yang digunakan sebagai penyangga tenda milik regunya. “Pakai ini.” Pria bernama Dion itu lalu melepas jaket yang dikenakannya untuk Amanda, ia merasa tidak tega melihat seorang gadis cantik kedinginan di tengah malam yang begitu ramai dengan para peserta kemah. “Ti- tidak perlu.” Amanda merasa sungkan ketika Dion meminjamkan jaket miliknya padanya, namun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN