Diabaikan Senja

1079 Kata

“Ah, capek,” keluh Bianca. Mereka telah kembali ke perkemahan ketika waktu telah menunjukkan sore hari. Matahari telah berada di ufuk Barat dengan memancarkan cahaya berwarna merah di langit senja. “Ini buatmu.” Senja memberikan sebuah botol berisi air mineral kepada Bianca yang terlihat kelelahan. Hal ini sontak membuat Bianca terkejut melihat sikap Senja terhadapnya. “Kenapa denganmu?” Bianca bertanya dengan nada bicara yang terdengar dingin. “Tidak mau? Ya sudah.” Senja kembali menarik tangannya yang memegangi botol plastik berwarna biru berisi air mineral yang seharusnya diberikan untuk Bianca, melihat Senja kembali mengurungkan niatnya tersebut, gadis bersurai pendek tersebut segera merebut botol plastik yang dipegang oleh Senja sebelumnya. “Aku kan belum menjawab, mau apa tidak.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN