Amanda tidak bisa berbuat apapun saat Senja membawanya pergi dari hadapan Dion. Laki-laki itu menggenggam satu tangannya dengan kuat, berjalan dengan tergesa menuju lokasi dimana mereka akan memulai permainan pertama. “Sudah jelas sekali jika pria itu menyukaimu,” ketus Senja memberitahu. Amanda yang sebelumya sibuk mengerucutkan bibir dengan raut wajah masamnya langsung menengadahkan wajah. Ia menatap Senja sembari mengangkat kedua alisnya. Mengapa pria itu membicarakan Dion tiba-tiba. “Pria itu? Siapa?” tanya Amanda pura-pura tidak mengerti. Senja langsung menghentikan kedua langkah kakinya, pria itu menatap manda dengan raut wajah geram, lalu menghembuskan napas panjang saat mendapati raut wajah polos yang kini tengah Amanda perlihatkan. Gadis itu terlihat menggemaskan. “Laki-laki ya

