Bundadari

346 Kata
Hari berlalu begitu cepat, sejak mendapatkan nomer WA teteh w*rdah (yg saat itu aku belum tahu namanya), aku bahkan belum menyapanya. Sampai malam tiba aku masuk kamar, buka handphone pasang handsfree sambil membayangkan wajahnya, aku mendengarkan lagu afterlifenya avenged sevenfold, tidak relevan memang tapi playlist lagu jatuh cinta di HP aku hapus sudah lama. Setelah men scroll playlist ternyata ada satu lagu yg tersisa miliknya Maudy Ayunda 'Tiba-tiba cinta datang' "Gaskeun", begitu antusiasku memindahkan suara dari handsfree ke speaker aktif dan mulai menulis kalimat pertama untuk teteh wardah. " Hai selamat malam yg di sana, Entah karena hatiku yg lemah atau pesonamu yg kuat Hanya saja aku kesulitan tidur malam ini Terbayang melekat ayumu mengikat Memenuhi hati dengan rasa yg tak biasa Pengagummu, Evan" Kirim ke WA nya "Ting", suara pesan masuk, pikirku sepertinya dia memang menunggu aku menghubunginya. Senyum sendiri, jantung berdebar, perlahan membuka layar HP dan ternyata "Undangan Kopdar Online" "Kehed ah", aku merasa begitu kesal. Tapi tidak lama kemudian pesan w******p masuk, teteh w*rdah membalas, penasaran?, yap cuman emot senyum, ramah sekali bukan?. Aku pantengin layar hp di chat nomer dia, tidak ada pergerakan sama sekali terakhir di lihat 23.05, jam yg sama saat dia membalas chat. Ah aku yakin paling dia lagi senyum senyum sendiri di bawah selimut sambil... "Duk... Duk... Duk.... " (Suara pintu kencang di ketuk) Aku buka pintu kamar dan tampak ibu sudah berada di depan Aku : "ya Allah ari emak, gandeng atuh tos wengi" Ibu : "Maneh nyetel radio tarik tarik teuing jam sakieu" Aku : "Oh musik, hehee, muhun mak maudy Ayunda cinta datang", (aku menghentikan musiknya) Emak hendak kembali ke kamarnya, aku memberanikan diri untuk menyampaikan sesuatu Aku : " Mak... Sepertinya aku sudah menemukan seseorang yg akan mendampingi ku mengarungi kerasnya kehidupan, seseorang yg juga akan memanggilmu ibu, dia yg akan melahirkan anak anak yg kemudian memanggilmu nenek. Oh bundadari (meraih tangan ibu), Terima kasih sudah melahirkan aku ke bumi, sampai aku bisa bertemu dengan harapan terbesarku dalam hidup ini". Entah tersentuh atau tidak, ibu hanya mengatakan dua kata Ibu :"Geura sare"(cepat tidur). ----------
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN