A Promise

2187 Kata

Chapter 49: A Promise   Banyak waktu telah terlewatkan saat dia dan Aranhe telah sampai pada tempat perjanjian untuk bertemu kembali. Dua malam telah berlalu, seiring dengan hal itu Risaya tak bisa tenang di tempatnya. Kakinya terus membawa tubuhnya berjalan mondar-mandir dengan cemas. Kantung hitam di bawah matanya bahkan terlihat lebih mengerikan. Dua malam. Dua malam dia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena Rhaga tidak juga muncul. Pikirannya terus melayang ke mana-mana, memikirkan di mana Rhaga, apakah Rhaga baik baik saja. Mengapa mereka tidak bisa menyusul dengan cepat. Kalimat-kalimat itu berkumpul dalam benak Risaya menjadi sebuah pertanyaan yang tak bisa dia jawab sendiri.   “Risaya … sebaiknya kita melanjutkan perjalan, ini sudah tiga hari dan Rhaga belum juga datang.” Suar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN