Chapter 90: Wedding: The Proposal Wajah rupawan itu memerah tatkala mendengar jika teman yang dulu pernah membohonginya rupanya seorang pangeran dari kerajaan yang akan ditaklukan oleh negaranya. Selain itu, memberikan proposal pernikahan sebagai alat negosiasinya, terlebih lagi Sahaltara mengatakan jika mereka saling mencintai? Apakah itu masuk akal? “Apa itu masuk akal?” suara Sahaltara berhasil membuyarkan lamunan Mahani yang sedang melamun sambil melihat para prajurit yang tengah berlatih. Mahani menoleh pada kakaknya yang tampan tapi memiliki tempramen yang buruk itu. Mahani menoleh pada Sahaltara, menatapnya dengan tatapan lembut miliknya. “Tunggu, tidak mungkin kalau ….” Sahaltara merasa curiga dengan Mahani yang tidak menjawab ucapannya sama sekali sejak dia memberitahuka

