THE SACRIFICE

2980 Kata

Chapter  16 THE SACRIFICE   “Dia pasti sudah gila.” Zaraq bergumam, perasaannya tak bisa tergambarkan. Antara senang, sedih, geli dan ngeri.   “Aku yakin dia bukan sahabatku,” ujar Aranhe, menatap lurus pada punggung Rhaga yang semakin menjauh.   “Apakah dia memang selalu seperti ini?” Hirindra tak yakin, tapi ada kecemasan di hatinya. Bagaimana nanti saat di alam baka, sahabatnya, Sotaka meminta pertanggung jawabannya atas keselamatan Rhaga? Hirindra bergidik ngeri membayangkannya. Keraguan muncul di hatinya, apakah dia harus menyusul Rhaga atau tidak.   “Tidak, biasanya dia lebih cerdik dari hari ini.” Risaya membalas ucapan Hirindra. Tak habis pikir dengan keputusan Rhaga, keputusan untuk mengorbankan dirinya bersama dengan seekor kambing. KAMBING!   “Apa ini masuk akal?” P

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN