The Lantern

2764 Kata

Chapter 43: The Lantern   Setetes darah dari jari tangan Risaya yang tertusuk jarum jatuh di atas kain berwarna kuning dan m*****i kain tersebut. Air muka Risaya seketika berubah, ada kesedihan yang terpancar dari sorot matanya yang sedang memperhatikan bagaimana serat-serat kain tersebut menyerap tetesan darahnya.   “Astaga, pakaian ini harus aku berikan pada kaisar,” desah Risaya sembari mendekatkan mantel yang hampir jadi itu wajahnya. Dengan tangan dia berusaha untuk membesihkan noda darahnya, akan tetapi sia-sia saja. “Bagaimana ini, jika aku membeli yang baru tidak akan ada cukup waktu.”   Sebuah tangan meraih mantel itu dari tangan Risaya, melihatnya dengan seksama dengan kening berkerut. Terlihat memang tak bisa dihilangkan begitu saja. Sesaat kemudian dia meletakkan mantel i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN