Chapter 77: The Cousins Baru saja Rhaga membuka matanya sudah ada empat pelayan wanita yang berdiri di samping ranjangnya dengan membawa beberapa barang di tangan mereka masing-masing. Rhaga mengedipkan matanya beberapa kali sampai dia sepenuhnya sadar dari mimpinya. Dan pelayan-pelayan itu bukan bagian dari mimpinya. “A-ap-apa yang kalian lakukan di sini?” tanyanya dengan tergagap sambil menarik selimut untuk menyelimuti dirinya dan merangsek mundur hingga tubuhnya menyentuh kepala ranjang. “Yang Mulia … hari ini adalah hari yang istimewa, jadi kami akan mendandani anda.” Satu alis Rhaga naik, heran dengan perlakuan yang diterimanya. Mengapa dia harus didandani? Dan mengapa para wanita yang harus mendandaninya. Apakah semua anggota kerajaan dilayani seperti ini. “K

