Satu hal yang ada di pikiran Bu Dedeh setelah pantatnya terhempas, yaitu keras! Tidak selembut sofa miliknya di rumah baru. Ide menarik membuatnya mengulum senyum, mungkin bisa ya saat resepsi pernikahan Kang Dani semua tetangganya diundang datang? Lalu memuji rumah dan semua isinya! Ah, ide bagus bukan? Nanti akan dipikirkan lagi, batin Bu Dedeh. Pak Lurah datang dengan penampilan biasanya, celana panjang hitam dan kaus putih, tak lupa peci hitam yang tak pernah pergi dari kepala. "Ehh ... tamu! Gimana, daramang?" tanyanya sambil menyalami satu per satu tamunya. "Alhamdulillah, Pak Lurah!" seru Pak Dedih. "Gini, tau kan, ya ... dari info yang beredar. Insya Allah saya sama keluarga pindah ke Bandung, alhamdulillah rezeki, mau pamitan juga ini teh, sekalian ...." Pak Dedih menjeda, ia su

