14. UNGKAPAN TANPA BALASAN

1091 Kata

"Saya cokelat panas aja, Bi." Kang Dani menoleh, menatap Dayana yang sedang sibuk membaca novelnya. "Kamu mau pesen apa?" Dayana malas menjawab, tetapi ia memaksa berucap, "Sama aja." Bi Darmi pun kembali ke dalam kiosnya, di luar hujan tetap deras enggan berhenti. Beruntung suaranya terasa menenangkan semakin memperkuat niat awal Kang Dani mengajak Dayana berbicara serius. "Saya ... mau bicara serius, Dayana." Terasa aneh saat Kang Dani memanggil namanya langsung. Dayana pula semakin kesal harus duduk berhadapan dengan lelaki yang menghantui pikirannya akhir-akhir ini. "Day—" Drit! Drit! Ponsel di atas meja milik Kang Dani berdering, memotong ucapannya yang sudah gatal ingin didengar Dayana dari jauh hari. Terpaksa ia menarik ponselnya, menatap jelas nama Denis tertera di layar. D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN