chapter 7

484 Kata
Bab 7: Pendirian Kota Athena Di masa awal, saat kota-kota di Yunani mulai berkembang, manusia sering kali mencari perlindungan dan bimbingan dari para dewa. Suatu hari, penduduk kota kecil di wilayah Attika berdoa meminta dewa pelindung yang akan memimpin dan melindungi mereka. Berita tentang kota ini sampai ke Olympus, dan dua dewa tertarik untuk mengklaimnya sebagai kota favorit mereka: Poseidon, dewa laut, dan Athena, dewi kebijaksanaan dan perang. Zeus, sebagai pemimpin para dewa, memutuskan bahwa kota tersebut akan diberikan kepada dewa yang mampu memberikan hadiah paling berharga kepada penduduknya. Poseidon dan Athena pun menerima tantangan itu dan bersiap memberikan persembahan terbaik mereka. Keduanya percaya bahwa kota ini akan menjadi tempat penting yang mencerminkan kekuatan dan keistimewaan mereka masing-masing. Poseidon maju terlebih dahulu. Dengan mengayunkan trisulanya ke tanah, ia menciptakan mata air yang memancar deras. Air itu sangat jernih, dan penduduk terkesima melihatnya. Namun, saat mereka meminumnya, mereka menyadari bahwa air itu asin, seperti air laut, sehingga tidak bisa mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Meski demikian, Poseidon berargumen bahwa mata air ini adalah simbol kekuatannya sebagai penguasa laut, dan dengan sumber air itu, kota ini bisa menjadi kekuatan maritim yang kuat. Athena kemudian melangkah maju, mengambil tempat di hadapan penduduk kota. Dengan sentuhan lembut di tanah, ia menumbuhkan pohon zaitun yang hijau dan kokoh. Pohon ini menghasilkan buah zaitun yang lezat dan berminyak, yang bisa digunakan untuk makanan, penerangan, dan bahkan sebagai bahan dasar obat-obatan. Pohon zaitun adalah simbol dari perdamaian dan kemakmuran, dan hadiah ini mencerminkan kebijaksanaan Athena dalam memberikan sesuatu yang bisa memberi manfaat berkelanjutan bagi penduduk kota. Setelah menyaksikan kedua persembahan ini, penduduk kota berdiskusi dan akhirnya memilih hadiah Athena. Mereka menyadari bahwa pohon zaitun akan membawa banyak manfaat, tidak hanya untuk masa sekarang, tetapi juga untuk generasi mendatang. Melalui pohon zaitun, Athena menawarkan simbol kehidupan yang berkelanjutan dan perdamaian. Keputusan ini membuat Poseidon marah, tetapi ia menerima kekalahan itu meskipun dengan hati yang berat. Sebagai penghormatan kepada Athena, penduduk kota menamai kota mereka sesuai dengan namanya: Athena, atau yang kemudian dikenal sebagai Athenae dalam bahasa Yunani kuno. Kota ini menjadi pusat kebijaksanaan, budaya, dan seni yang mencerminkan karakter Athena sebagai dewi kebijaksanaan dan perlindungan. Dengan berdirinya kota Athena, nama sang dewi melekat erat dengan peradaban manusia, menjadikannya sebagai pusat pengetahuan dan perkembangan budaya Yunani. Athena terus menjaga kota yang menyandang namanya dengan cinta dan dedikasi. Ia melindungi para penduduknya, mengilhami mereka dalam seni dan ilmu pengetahuan, serta membimbing mereka dalam perang dan diplomasi. Pohon zaitun menjadi simbol abadi kota Athena, dan setiap kali penduduk melihat pohon ini, mereka teringat akan kemurahan hati dewi mereka yang bijaksana. Melalui persaingan ini, Athena memahami bahwa kekuatan sejati seorang pelindung tidak selalu datang dari kekuasaan atau d******i, tetapi dari kemampuan untuk memberikan sesuatu yang membawa manfaat berkelanjutan bagi orang lain. Kota Athena menjadi bukti dari visi dan kebijaksanaan Athena, sebuah tempat di mana ilmu pengetahuan, seni, dan perdamaian dapat berkembang di bawah perlindungan dewi kebijaksanaan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN