49. Rumah baru

1886 Kata

ara tidak henti-hentinya dibuat takjub dan speechless dengan rumah baru mereka yang sangat megah. Luar biasa sekali, Kara tidak pernah menyangka dirinya akan memiliki rumah sebesar ini. Tunggu, rumahnya? Tapi memang benar kan itu rumahnya, Kara kan calon istrinya. Kara geleng-geleng melihat rumah dengan nuansa putih itu, Kara sangat-sangat menyukai nya, karna putih adalah salah satu warna favorit nya. "Arga, kamar aku yang mana?" Tanya Kara, setelah puas melihat sekeliling rumah besar nya. "Ayo, gue tunjukin." Balas Samuel, berjalan menaiki tangga menuju lantai atas, diikuti Kara yang mengekor. Dilantai atas terdapat dua kamar, salah satu dari kamar itu adalah kamar utama, dengan ukuran pintu yang jauh lebih besar dari pintu kamar lainnya. Samuel membuka pintu kamar utama, lalu memper

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN